Sleman – Dalam rangka mendukung terwujudnya lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi anak-anak, Pemerintah Kapanewon Sleman menggelar penguatan keluarga ramah anak yang dihadiri oleh Ketua TP PKK Kalurahan, Ketua Pokja 1 Kalurahan, PPKBD Kalurahan, Sub PPKBD Kalurahan, Ketua MWC NU, Ketua PCM, Ketua Himpaudi, Ketua IGTK, dan Kamituwo se-Kapanewon Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada Senin (26/05/2025) dan Selasa (27/05/2025), bertempat dipendopo Kapanewon Sleman.
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya keluarga, mengenai pentingnya membentuk pola pengasuhan yang ramah anak serta menciptakan lingkungan rumah dan komunitas yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam sambutannya, Panewu Sleman, Rasyid Ratnadi Sosiawan menegaskan bahwa keluarga merupakan unit utama dan pertama dalam perlindungan anak.
âAnak-anak adalah aset masa depan bangsa. Untuk itu, keluarga harus menjadi tempat pertama yang aman, penuh kasih sayang, dan mendukung potensi mereka berkembang. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong lebih banyak keluarga menerapkan prinsip ramah anak dalam kehidupan sehari-hari,â jelasnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Pusat Pembelajaran Keluarga dan Astadaya Konseling. Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi dan studi kasus, di mana para peserta berbagi pengalaman dan tantangan dalam mengasuh anak di tengah perubahan zaman dan pengaruh digital. Suasana diskusi berlangsung aktif dan konstruktif.
Sebagai penutup, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk mendukung terwujudnya Kapanewon Sleman yang Layak Anak, dengan menerapkan nilai-nilai pengasuhan positif dalam keluarga dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Panewu Sleman berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal pembentukan komunitas keluarga ramah anak di setiap kalurahan, sekaligus memperkuat gerakan perlindungan anak berbasis keluarga dan masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) yang berkelanjutan, serta sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional Indonesia Layak Anak 2030.
Be the first to comment