Sejarah Kapanewon Sleman memiliki akar historis yang sangat kuat sebagai pusat administrasi awal di wilayah utara Yogyakarta. Berdasarkan Rijksblad Nomor 11 Tahun 1916 pada masa kolonial, wilayah ini sudah ditetapkan sebagai salah satu pusat pemerintahan kabupaten di bawah naungan Kasultanan Yogyakarta. Peran strategisnya semakin dipertegas pasca kemerdekaan melalui Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1945, di mana Kecamatan Sleman secara resmi menjadi ibu kota asli bagi Kabupaten Sleman sebelum akhirnya pusat pemerintahan tersebut dikonsentrasikan secara lebih modern di wilayah Beran, Desa Tridadi.
Dalam perkembangannya, wilayah ini bertransformasi dari pusat birokrasi tradisional menjadi kawasan yang memadukan sektor agraris dengan pelayanan publik yang dinamis. Kapanewon Sleman kini menaungi lima desa utama, yaitu Triharjo, Trimulyo, Tridadi, Caturharjo, dan Pandowoharjo, yang masing-masing memiliki peran vital dalam pembangunan daerah. Sejalan dengan penguatan keistimewaan DIY sejak tahun 2020, nomenklatur wilayah ini secara resmi berubah menjadi Kapanewon, yang dipimpin oleh seorang Panewu, sebagai upaya melestarikan nilai-nilai budaya dan struktur pemerintahan lokal yang autentik di tengah kemajuan zaman.
