Apakah anda sudah siap siaga menghadapi ancaman bencana? Sejak dini, kita perlu menyadari bahwa kita hidup di wilayah rawan bencana. Kenyataan ini mendorong kita untuk mempersiapkan diri, keluarga, dan komunitas di sekitar kita. Kesiapsiagaan diri diharapkan pada akhirnya mampu untuk mengantisipasi ancaman bencana dan meminimalkan korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan infrastruktur. Mulai dari dalam diri sendiri, kita dapat membantu keluarga dan komunitas untuk membangun kesiapsiagaan, maupun pada saat menghadapi bencana dan pulih kembali pasca bencana.

Berikut beberapa jenis bencana dan cara apa yang kita harus lakukan ketika bencana itu datang:

  1.  Gempa Bumi
  2.  Tsunami
  3.  Gunung Api
  4.  Banjir
  5.  Tanah Longsor
  6.  Kekeringan
  7.  Angin Topan
  8.  Kebakaran
  9.  Wabah Penyakit

Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pergeseran lapisan batuan di dalam bumi secara tiba-tiba. Gempa dapat terjadi karena aktivitas tektonik (pergerakan lempeng bumi), vulkanik (letusan gunung berapi), atau akibat runtuhan batuan dan kegiatan manusia (seperti peledakan).

Apa yang dilakukan sebelum dan pada saat terjadi tsunami 

  1. Ketahui apakah tempat tinggalmu berada di daerah rawan gempa.
  2. Pelajari rencana evakuasi dan titik kumpul darurat.
  3. Siapkan tas siaga berisi air, makanan, senter, obat-obatan, masker, peluit, dan dokumen penting.
  4. Periksa struktur bangunan agar tahan gempa.
  5. Amankan barang-barang berat dan pecah belah agar tidak jatuh.
  6. Ikut simulasi gempa di sekolah atau tempat kerja.
  7. Ajarkan anak-anak cara berlindung dan evakuasi.

Apa yang Dilakukan Saat Terjadi Gempa Bumi

  1. Segera berlindung di bawah meja yang kokoh dan lindungi kepala.
  2. Jauhi kaca, jendela, rak buku, dan benda yang bisa jatuh.
  3. Cari area terbuka yang aman.Jangan lari keluar jika masih aman di dalam—tunggu sampai guncangan reda.
  4. Jauhi gedung, tiang listrik, pohon, dan papan reklame.
  5. Hentikan kendaraan di tempat aman dan jangan keluar sampai guncangan berhenti.
  6. Jangan panik, perhatikan sekitar, dan ikuti prosedur keselamatan.

Apa yang Dilakukan Setelah Terjadi Gempa Bumi

  1. Periksa apakah bangunan rusak dan ada risiko reruntuhan.
  2. Panggil bantuan jika ada korban yang terjebak.
  3. Gunakan tangga, hindari lift. Beri pertolongan pertama jika ada yang terluka.
  4. Jangan sebarkan hoaks.Jangan kembali ke bangunan sebelum dinyatakan aman.
  5. Dapatkan informasi dari BMKG, BNPB, atau media terpercaya.
  6. Jika dekat laut dan gempanya besar, segera menjauh ke tempat tinggi untuk menghindari tsunami.

Tsunami

Tsunami merupakan gelombang air laut besar yang dipicu oleh pusaran air bawah laut karena pergeseran lempeng, tanah longsor, erupsi gunungapi, dan jatuhnya meteor. Tsunami dapat bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan dapat mencapai daratan dengan ketinggian gelombang hingga 30 meter.

Tsunami sangat berpotensi bahaya meskipun tsunami ini tidak terlalu merusak garis pantai. Gempa yang disebabkan pergerakan dasar laut atau pergeseran lempeng yang paling sering menimbulkan tsunami. Pada tahun 2006 Indonesia mengalami tsunami dahsyat setelah gempabumi berskala 8.9 SR terjadi di sekitar Aceh.

Area yang memiliki risiko tinggi jika gempa bumi besar atau tanah longsor terjadi dekat pantai gelombang pertama dalam seri bisa mencapai pantai dalam beberapa menit, bahkan sebelum peringatan dikeluarkan. Area berada pada risiko yang lebih besar jika berlokasi kurang dari 25 meter di atas permukaan laut dan dalam beberapa meter dari garis pantai.

Apa yang dilakukan sebelum dan pada saat terjadi tsunami

  1. Nyalakan radio untuk mengetahui apakah tsunami terjadi setelah adanya gempa bumi di sekitar wilayah pantai.
  2. Cepat bergerak ke arah daratan yang lebih tinggi dan tinggal di sana sementara waktu.
  3. Jauhi pantai. Jangan pernah menuju ke pantai untuk melihat datangnya tsunami. Apabila Anda dapat melihat gelombang, anda berada terlalu dekat. Segera menjauh.
  4. Waspada- apabila terjadi air surut, jauhi pinggir pantai. Ini merupakan salah satu peringatan tsunami dan harus diperhatikan.

Apa yang dilakukan setelah terjadi tsunami

  1. Jauhi area yang tergenang dan rusak sampai ada informasi aman dari pihak berwenang.
  2. Jauhi reruntuhan di dalam air. Hal ini sangat berpengaruh terhadap keamanan perahu penyelamat dan orang-orang di sekitar.
  3. Utamakan keselamatan dan bukan barang-barang Anda.

Gunung Api

Letusan gunungapi memberikan catatan sejarah tersendiri terhadap kebencanaan di Indonesia. Beberapa letusan dahsyat tidak hanya berdampak di wilayah Indonesia tetapi juga wilayah-wilah di benua lain. Letusan gunungapi dahsyat antara lain mengguncang Gunung Toba, Tambora (1815), dan Krakatau (1883). Indonesia yang dilewati oleh barisan gunungapi atau lebih dikenal dengan cincin api memiliki 29 gunungapi aktif.

Menghadapi ancaman letusan gunungapi, Anda memiliki lebih banyak waktu karena aktivitas letusan mengalami proses yang dapat dideteksi oleh para ahli dan pihak berwenang. Masyarakat yang hidup di sekitar gunungapi aktif mungkin akan melihat pergerakan binatang-binatang yang menjauh karena suhu yang memanas, getaran gempa, maupun bau sulfur.

Apa yang dilakukan sebelum terjadi letusan gunungapi

  1. Memperhatikan arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait dengan perkembangan aktivitas gunungapi.
  2. Persiapkan masker dan kacamata pelindung untuk mengantisipasi debu vulkanik.
  3. Mengetahui jalur evakuasi dan shelter yang telah disiapkan oleh pihak berwenang.
  4. Mempersiapkan skenario evakuasi lain apabila dampak letusan meluas di luar prediksi ahli.
  5. Persiapkan dukungan logistik:
    • Makanan siap saji dan minuman
    • Lampu senter dan baterai cadangan
    • Uang tunai secukupnya
    • Obat-obatan khusus sesuai pemakai

Apa yang dilakukan pada saat terjadi letusan gunungapi

  1. Pastikan anda sudah berada di shelter atau tempat lain yang aman dari dampak letusan.
  2. Gunakan masker dan kacamata pelindung
  3. Selalu memperhatikan arahan dari pihak berwenang selama berada di shelter.

Apa yang dilakukan sesudah terjadi letusan gempabumi

  1. Apabila Anda dan keluarga harus tinggal lebih lama di shelter, pastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan pendampingan khusus bagi anak-anak dan remaja diberikan. Dukungan orangtua yang bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan dalam pendampingan anak-anak dan remaja sangat penting untuk mengurangi stres atau ketertekanan selama di shelter.
  2. Tetap gunakan master dan kacamata pelindung ketika berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik.
  3. Memperhatikan perkembangan informasi dari pihak berwenang melalui radio atau pengumuman dari pihak berwenang.
  4. Waspada terhadap kemungkinan bahaya kedua atau secondary hazard berupa banjir lahar dingin. Bencana ini dipicu oleh curah hujan tinggi dan menghanyutkan material vulkanik maupun reruntuhan kayu atau apapun sepanjang sungai dari hilir ke hulu. Perhatikan bentangan kiri dan kanan dari titik sungai mengantisipasi luapan banjir lahar dingin.

Banjir

Banjir adalah bencana yang sering terjadi di wilayah Indonesia. Bencana yang disebabkan oleh faktor hidrometeorologi ini selalu meningkat setiap tahunnya. Meskipun terkadang tidak menimbulkan banyak korban jiwa, bencana ini tetap saja merusak infrastruktur dan mengganggu stablitas perekonomian masyarakat secara signifikan.

Karakteristik banjir sangat beragam. Banjir dapat disebabkan karena curah hujan yang tinggi dengan tidak diimbangi serapan tanah yang cukup. Atau dapat terjadi dalam bentuk rob atau bandang. Oleh karena itu, kita harus siap untuk mengantisipasi setiap jenis bencana banjir.

Apa yang dilakukan sebelum terjadi banjir

  1. Perhatikan ketinggian rumah Anda dari bangunan yang rawan banjir.
  2. Tinggikan panel listrik.
  3. Hubungi pihak berwenang apabila akan dibangun dinding penghalang di sekitar wilayah Anda.

Apa yang dilakukan pada saat terjadi bencana

a). Apabila banjir akan terjadi di wilayah Anda:

  • Simak informasi dari radio mengenai informasi banjir
  • Waspada terhadap banjir yang akan melanda. Apabila terjadi banjir bandang, beranjak segera ke tempat yang lebih tinggi; jangan menunggu instruksi terkait arahan beranjak.
  • Waspada terhadap arus bawah, saluran air, kubangan, dan tempat-tempat lain yang tergenang air. Banjir bandang dapat terjadi di tempat ini dengan atau tanpa peringatan pada saat hujan biasa atau deras.

b). Apabila Anda harus bersiap untuk evakuasi:

  • Amankan rumah Anda. Apabila masih tersedia waktu, tempatkan perabot di luar rumah. Barang yang lebih berharga diletakan pada bagian yang lebih tinggi di dalam rumah.
  • Matikan semua jaringan listrik apabila ada instruksi dari pihak berwenang. Cabut alat-alat yang masih tersambung dengan listrik. Jangan menyentuh peralatan yang bermuatan listrik apabila Anda berdiri di atas air.

c). Apabila Anda harus meninggalkan rumah:

  • Jangan berjalan di arus air. Beberapa langkah berjalan di arus air dapat mengakibatkan Anda jatuh.
  • Apabila Anda harus berjalan di air, berjalanlah pada pijakan yang tidak bergerak. Gunakan tongkat atau sejenisnya untuk mengecek kepadatan tempat Anda berpijak.
  • Jangan mengemudikan mobil di wilayah banjir. Apabila air mulai naik, abaikan mobil dan keluarlah ke tempat yang lebih tinggi. Apabila hal ini tidak dilakukan, Anda dan mobil dapat tersapu arus banjir dengan cepat.

 Tanah Longsor

Tanah longsor seringkali dipicu oleh curah hujan tinggi dan terjadi selama beberapa hari. Struktur tanah yang labil sangat mudah mengalami longsor hingga mengakibatkan bencana khususnya bagi masyarakat yang berada di posisi lebih rendah. Tanah longsor juga dapat dipicu oleh getaran gempa hingga merontokkan struktur tanah di atas.

Anda dan masyarakat di pegunungan atau perbukitan harus memperhatikan tempat sekeliling Anda tinggal dan berkonsultasi dengan ahli terkait dengan kondisi tempat tinggal Anda.

Apa yang dilakukan sebelum terjadi tanah longsor

  1. Waspada terhadap curah hujan yang tinggi
  2. Persiapkan dukungan logistik
    • Makanan siap saji dan minuman
    • Lampu senter dan baterai cadangan
    • Uang tunai secukupnya
    • Obat-obatan khusus sesuai pemakai
  3. Simak informasi dari radio mengenai informasi hujan dan kemungkinan tanah longsor.
  4. Apabila pihak berwenang menginstruksikan untuk evakuasi, segera lakukan hal tersebut.

Apa yang dilakukan pada saat terjadi tanah longsor

  1. Apabila Anda di dalam rumah dan terdengar suara gemuruh, segera ke luar cari tempat lapang dan tanpa penghalang
  2. Apabila Anda di luar, cari tempat yang lapang dan perhatikan sisi tebih atau tanah yang mengalami longsor.

Apa yang dilakukan sesudah terjadi tanah longsor

  1. Jangan segera kembali ke rumah Anda, perhatikan apakah longsor susulan masih akan terjadi.
  2. Apabila Anda diminta untuk membantu proses evakuasi, gunakan sepatu khusus dan peralatan yang menjamin keselamatan Anda.
  3. Perhatikan kondisi tanah sebagai pijakan yang kokoh bagi langkah Anda.
  4. Apabila harus menghadapi reruntuhan bangunan untuk menyelamatkan korban, pastikan tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk atau menunggu pihak berwenang untuk melakukan evakuasi korban.

Kebakaran

Kebakaran adalah peristiwa terbakarnya sesuatu yang tidak terkendali, sehingga menimbulkan bahaya bagi keselamatan jiwa, harta benda, dan lingkungan. Kebakaran bisa disebabkan oleh korsleting listrik, kelalaian manusia, bahan mudah terbakar, atau bencana alam seperti gempa.

Apa yang Dilakukan Sebelum Terjadi Kebakaran

  1. Periksa instalasi listrik secara berkala oleh teknisi profesional.
  2. Hindari menyambung terlalu banyak alat elektronik pada satu colokan.
  3. Simpan bahan mudah terbakar (gas, bensin, minyak tanah) dengan aman.
  4. Sediakan alat pemadam api ringan (APAR) dan tahu cara menggunakannya.
  5. Pastikan semua orang di rumah tahu cara mematikan aliran listrik dan gas.
  6. Buat jalur evakuasi di rumah atau tempat kerja.
  7. Latih seluruh anggota keluarga atau karyawan tentang cara menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran.
  8. Gunakan alarm asap untuk deteksi dini di area yang rawan seperti dapur.

Apa yang Dilakukan Saat Terjadi Kebakaran

  1. Jangan panik! Segera keluar dari lokasi kebakaran melalui jalur evakuasi.
  2. Merangkak di bawah asap karena asap naik ke atas.
  3. Tutup hidung dan mulut dengan kain basah jika ada asap tebal.
  4. Jangan berlari.
  5. Stop, Drop, and Roll: Hentikan gerakan, jatuhkan diri, dan gulingkan tubuh untuk memadamkan api.
  6. Jika api masih kecil dan aman, gunakan APAR untuk memadamkan.
  7. Segera telepon 113 atau nomor darurat setempat.
  8. Selalu gunakan tangga darurat.

Apa yang Dilakukan Setelah Terjadi Kebakaran

  1. Hitung jumlah orang dan pastikan semua keluar dari gedung.
  2. Hubungi polisi dan dinas kebakaran untuk investigasi penyebab kebakaran.
  3. Tunggu izin dari petugas sebelum masuk ke bangunan yang terbakar.
  4. Periksa jika ada luka bakar atau gangguan pernapasan akibat asap, dan dapatkan pertolongan medis.
  5. Catat dan foto kerusakan untuk keperluan klaim asuransi jika ada.
  6. Evaluasi penyebab dan perbaiki sistem keamanan agar tidak terulang kembali.