Permasalahan sosial dewasa ini semakin meningkat, salah satunya adalah kemiskinan sebagai dampak pandemi yang berkepanjangan. Belum lama juga diumumkan bahwa BBM bersubsidi mengalami kenaikan harga. Pemerintah pusat berupaya meningkatkan daya beli masyarakat, salah satunya melalui penyaluran BLT BBM. Namun, langkah ini juga memicu munculnya kecemburuan sosial karena warga yang merasa berhak ternyata tidak memeperoleh bantuan pemerintah.
Adanya permasalahan sosial seperti tersebut di atas memancing Dinas Sosial kabupaten Sleman bekerjasama dengan Kapanewon Sleman untuk melaksanakan kegiatan Pembinaan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Kegiatan diselenggarakan pada Senin (26/09/2022) di ruang rapat lantai 2 Kapanewon Sleman. Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinas Sosial kabupaten Sleman Arif Wibowo, S.KM, MM.
“PSM harus bermitra dengan lembaga di masyarakat, baik RT, RW, dukuh, serta lembaga pemerintah seperti kalurahan maupun kapanewon” ungkap Arif dalam sambutannya. Kemitraan dengan lembaga maupun organisasi lain akan mempermudah para PSM dalam memetakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tegasnya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa PSM menjadi ujung tombak dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial. Oleh karena itu perlu dukungan dari pihak-pihak terkait karena PSM tidak bertugas menyelesaikan permasalahan secara mandiri, namun perlu menghubungkan dengan potensi maupun stakeholders baik di masyarakat maupun pemerintah.
PSM yang terdiri dari para pekerja sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Tenaga Kesejahteraan Sosial Desa (TPSD) langsung diberikan arahan oleh Panewu Sleman Suyanto, S.Sos, MM dan Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kabupaten Sleman. Arahan diberikan dalam rangka memotivasi serta menambah wawasan terkait ketugasan mereka.
Be the first to comment