Pada hari Rabu, tanggal 16 September 2015 di Kecamatan Sleman diselenggarakan Sosialisasi Pola Asuh Responsive Anak dengan narasumber Ibu Ifa Aryani, S.Psi. Keberhasilan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai kebajikan (karakter) sangat tergantung pada jenis pola asuh yang diterapkan.
Unsur penting dalam pola asuh responsive adalah sebagai berikut :
-
Responsiveness yaitu tingkat respons dari orangtua ke anak yang berupa dukungan dan kehangatan kepada anak
-
Demandingness yaitu tuntutan dari orangtua kepada anak yang berupa aturan dan konsekuensi atas perbuatan anak.
POLA ASUH YANG POPULER DI MASYARAKAT :
Orangtua yang Over Protective (terlalu melindungi)
Ciri :
-
Kekuasaan dominan
-
Anak dianggap sebagai anak buah
-
Kontrol sangat ketat
Perilaku orangtua:
-
Kontak yang berlebihan dengan anak
-
Selalu membantu anak meskipun dia sudah bisa mandiri
-
Mengawasi kegiatan anak secara berlebihan
-
Memecahkan masalah anak
-
Tidak ada hukuman fisik
Dampak pada anak :
-
Sangat tergantung pada orangtua
-
Menolak tanggung jawab
-
Kurang percaya diri
-
Egois
-
Anak cenderung patuh pada keputusan orangtua
Orangtua yang Permissive (serba membolehkan)
Ciri :
-
Dominasi pada anak
-
Sikap longgar atau kebebasan
-
Minim bimbingan dan pengarahan
-
Kontrol dan perhatian sangat kurang
Perilaku orangtua:
-
Cenderung membebaskan anak
-
Terkesan membiarkan
-
Tidak ada aturan
Dampak pada anak :
-
Kurang memiliki rasa percaya diri dan pengendalian diri
-
Kurang mampu menyesuaikan diri di luar rumah
-
Suka memberontak
-
Perilaku agresif, perilaku secara terbuka atau terang-terangan
-
Suka mendominasi
-
Tidak jelas arah hidupnya è salah arah
-
Prestasinya rendah
-
Jago kandang
Orangtua yang Demokratis
Ciri :
-
Ada kerjasama
-
Anak menjadi pribadi utuh
-
Ada bimbingan dan pengarahan
-
Kontrol tidak kaku
Perilaku orangtua:
-
Sikap penerimaan dan kontrolnya tinggi
-
Responsif terhadap kebutuhan anak
-
Mendorong anak untuk bertanya atau berpendapat
-
Memberikan pejelasan dampak perbuatan baik dan buruk
Dampak pada anak :
-
Bersikap bersahabat
-
Memiliki rasa percaya diri
-
Mampu mengendalikan diri
-
Perilaku agresif è perilaku konstruktif
-
Bersikap sopan
-
Mau bekerjasama
-
Mempunyai tujuan hidup yang jelas
-
Berorientasi pada prestasi
-
Anak menjadi pribadi terbuka, bertanggung jawab dan mandiri
Orangtua yang Otoriter
Ciri :
-
Kekuasaan dominan
-
Orangtua sebagai Bos
-
Anak sebagai anak buah
Sikap atau perilaku orangtua:
-
Pemerimaan diri rendah tapi kontrolnya tinggi
-
Suka menghukum secara fisik
-
Bersikap komando
-
Bersikap kaku
-
Cenderung emosional
Dampak pada anak :
-
Mudah tersinggung
-
Anak tidak mandiri
-
Anak kurang bertanggungjawab
-
Perilaku agresif è perilaku merugikan/ destruktif
-
Penakut, tidak bahagia
-
Mudah terpengaruh, mudah stress
-
Tidak bersahabat
-
Tidak mempunyai arah masa depan yang jelas.
Â
KESALAHAN YANG BIASA TERJADI PADA ORANGTUA
-
Kurang menunjukkan ekspresi kasih sayang baik secara verbal maupun fisik.
-
Kurang meluangkan waktu yang cukup untuk anaknya.
-
Bersikap kasar secara verbal, misalnya menyindir, mengecilkan anak, dan berkata-kata kasar.
-
Bersikap kasar secara fisik, misalnya memukul, mencubit, dan memberikan hukuman badan lainnya.
-
Terlalu memaksa anak untuk menguasai kemampuan kognitif secara dini.
-
Tidak menanamkan “good character’ kepada anak.
Be the first to comment